rindu yang terburu-buru memang agak terlalu
seutas rindu yang kuhempas ke angin-angin itu melesat lepas ke pintu-pintu rumahmu.
seakan rindu ingin bergegas datang
ia menjajak malam yang kian tegang begitu kencang.
seakan rindu ingin berseru
ia menempa malam-malam bisu menjadi merdu penuh suaramu.
seakan rindu memburu sayuku dan sayumu dan membunuhnya satu persatu
ia menjejaki bumi dan tak mau pergi selain daripadamu.
lalu rindu terburu-buru tertuju kepadamu
lalu rindu menjelma rayu
lalu rindu melepas kekangan di selangkanganku.
ahh rindu!
bisa-bisa ia menjadi api yang perlahan membakar hati kita sendiri!
sebab terkadang, rindu membuatku sasar ke semak belukar!
tapi agaknya tuhan menitipimu buatku agar menyebar sadar dan membesarkan sabar
ia menugasimu buat mengajariku ajar agar tak kurang ajar.
maka denganmu rindu, bisa menjadi api yang tidak membakar hati tapi menerangi
dan merindukanmu bisa membuatku menjaga kewarasanku.
karena rindu bisa membuat lidahku memanggil namamu dan meracau tak tentu
sekaligus menuntunku untuk menutup doa-doa termalamku dengan namamu dan nama ayahmu.
krapyak, 2024.
Komentar
Posting Komentar