Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

aku pernah membacamu di malam-malam sunyi, terima kasih sudah memberi pelajaran terbaik

Devi, Aku tak tahu bagaimana caranya menulis ini tanpa log panggilan yang menjelma suaramu di kepalaku. Sebab bahkan dalam diam paling sunyi, namamu masih mengetuk lirih rongga dadaku. Dan kubiarkan itu terjadi, karena mencintaimu sudah menjadi kebiasaan harianku. Waktu berlalu. Kita menjauh. Tapi entah mengapa, kenangan tak pernah tahu caranya pergi. Hal-hal yang: seperti caramu memandangku dengan mata yang dulu penuh rindu, atau suaramu yang pernah kupercaya lebih dari dunia itu sendiri. Aku ingin percaya bahwa kesalahanmu bukan karena kau tak mencintaiku, tapi karena kau belum punya panduan untuk mencintai seseorang dengan baik dan benar. Dan mungkin, aku juga yang belum tahu cara memaafkan yang baik dan benar itu seperti apa. Kita sama-sama terluka, saling mencintai dengan cara yang saling menyakiti. Dan aku kehabisan cara untuk berpura-pura bahwa hatiku baik-baik saja. Hari terakhir kita adalah sunyi yang masih terus menggema. Kalimat terakhirku: “Jika kau menyayangik...

Postingan Terbaru

aku adalah malaikat maut untuk hidupku

tujuh hari lagi

superiots bilang, "harapan takkan mati disini"

ajakan biar hidup lebih berarti

rindu yang terburu-buru memang agak terlalu

Tentang Percakapan II