Tentang Percakapan II
pernah di satu malam latihan kutanya awan:
"mengapa menggulung murung, pun tak mengguyur hujan?"
ia bilang, "aku rindu saat menaungimu di malam-malam bisu"
kutanya lagi, "kini malamku bisu lagi sunyi, bukankah lebih baik kau menghujaniku dengan pelipur lara biar lega lagi terasa?"
ia bilang, "aku rindu menaungimu di bisu yang tak sunyi,
di bisu yang tertata rapi,
di bisu yang mendengkur menuju pagi
di bisu yang penuh sukahati
di bisu-bisu yang ia tekan di panggilan whatsappmu,
yang kini karenamu sendiri ia pergi dan takkan kembali. "
kusebut namamu merdu di sunyi itu
biar makhluk manapun tahu
dan mataku mencari bintang,
tapi ia menolak jatuh.
yogyakarta, 2024.
Komentar
Posting Komentar