Hujan kedua di pelita peronda

berjuta iman padam
kebakaran dalam sekam

muncul riuh udara
ombang ambing di kepala

ia menaruh kehendak di pundak
tatapan kebenaran

ia menaruh patri
bibir menyentuh pipi

ia mendekap punggung jalan
membara kelayapan
menggugahku tahlilan

tuhan tak permisi menarikmu ke tempat abadi
aku mati suri kehilangan pelita hati

benak terlepas
sungai tandas
kau dirampas









-krapyak, 2023

Komentar

Postingan Populer