Seorang Pelaut
Kau di ujung jalan itu mengingatkan sebuah kisah yang tak dinyana muncul di hiruk-pikuk kehidupan, dan dengan gagah mencuat dari liang kubur ke berbagai suasana.
Ia menarikku kembali ke dalam rimba belantara yang pepohonan dan semak belukarnya menimbun berjuta-juta lika-liku kehidupan.
Ia berdebam berjatuhan di sudut kamar, atau di pelarian yang dibuang ingatan, ia acapkali bercengkrama dengan fajar dan menika-nika waktu datangnya.
Kadang-kadang ia datang bagai kuda pacuan yang asing lagi hidup berkepanjangan, atau bagai hujan deras yang memakzulkan harum agar pelangi bermunculan seperti jajaran tentara.
Ia bermunculan, singgah disana-sini dimana-mana, dan tak disangka kemunculannya begitu bertepatan di ruang pertemuan yang menunggu keberdatanganmu dan aku di padang ilalang dan langit penuh bintang itu.
Yogyakarta, 2023.
Komentar
Posting Komentar