Hujan Pertama di Almari Kenangan
Deras Puan bagai mimpi di lelah hari
disana Puan bertaburan idrak dan hikmat
pakaian yang basah kuyup dijawit hasud
tak jua dicuci kunang-kunang kenangan
yang menyamun bagus misterius
dan tak ayal kehabisan napas.
Deras Puan adalah pemeribumian hati yang muhal
disana bersorak doa-doa dan kesemogaan
sampai lama masygul ditindan nafsu
kepada gerak yang gemulai dan penuh syukur
di dinihari jisim-jisim berdentuman
pada ilaran rerumputan yang kejatuhan ilasan
yang menggebu di atas bercak izah
yang singgah dan sumerambah.
Deras Puan menggoda buat bertanya-tanya
"Bagaimana manismu terbuai lamunan yang tak seberapa?"
disana acapkali terlintas di pendengaranku
kau berseru,
"kuturunkan guyur buat mengganti peluhmu
biar tak jeru-jeru kau menantiku
biar tuntas apa yang terkejar keras
biar pantas selaras penatmu,
dengan itu kenangan kau kenang tenang-tenang
yang ia menika-nika di antara jejalan pohon dan bebungaan
dan ia beristawa di bermacam peristiwa
supaya bisa kau tarik ketika rindu,
atau kau lepas ketika ikhlas"
akhirnya Puan singgah lagi
membawa cita yang lama mati dikafani.
Syahdan,
Deras Puan adalah kegelisauan hati yang telak oleh keibaan terperi.
yogyakarta, 2023.
Komentar
Posting Komentar