Idrak II

kemarauku bukan musim panas
musim hujanmu bukan salju
yang rinai malam menyapihmu, sedang aku terik siang
yang hutan jatuh hatimu,
aku pantai bergelora

kau bukan perayu yang baik, bukan pula sayup kerinduan
kau tergiur sedari di pangkuan
kau pelacur selagi menyusu
aku luluh-lantak di kakimu

tapi tetap
kau malam rembulan
aku fajar berlabuh
walau di tepi mata indahmu
ada aku jatuh bergulir.










yogyakarta, 2022





Komentar

Postingan Populer